Minggu, 27 Januari 2013

Mesin Yamaha Vixion vs. Honda Megapro…..

Pasti semua bakal mencibir lihat judul diatas. Suara pro kontra tentunya. Megapro melawan Vixion..?? yaelahhh cingcai bro. Pasti dikepretin dong si Megy….hardik teman kantor penunggang Vixy dengan 1000% yakin tanpa ragu. Tiada maksud lain dari saya pribadi selain mencurahkan segala informasi yang saya dapatkan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab tentunya…..
SiVixy produk revolusioner dari Yamaha ini memang sedang booming-boomingnya. Tidak ada yang ragu tentang performa serta tongkrongan yang ditawarkan. Harga banderol 21juta dirasa masih cukup pantes dengan segala fitur yang kita peroleh. Sasis Deltabox , radiator, forged piston & diasil silinder adalah kelebihan Yamaha Vixion. Accelerasi mesin yang mumpuni ditambah tenaga output mencapai 14,6hp membikin motor keluaran Yamaha seperti tanpa cela. Coba bandingkan dengan Honda Megapro (bukan NMP 2010) sasis diamond, bentuk layaknya motor bapak-bapak, mesin..?? walah konvensional banget tanpa ada embel-embel yang membikin ngiler. Dengan klaim pabrikan output power mencapai 13,5hp rasanya tidak fair kalau kita sandingkan dengan Vixion.
Tapi siapa menyangka segala kekurangan yang ada pada diri Megapro lawas mendapat sedikit pencerahan dari teman kampung. Teman satu SMP ini merupakan maniak motor, dari jaman Kawasaki bebek Binter Joy tahun 1983 hingga merk sayap mengepak pernah ditungganginnya. Saat ini Syah, nama teman saya itu kini telah berganti dengan Yamaha Vixion (dulunya Megapro keluaran tahun 2005). Simpel kenapa doi memilih produk keluaran Garputala, tak lain dan tak bukan  karena bentuknya yang keren. Ketika saya tanya kesan-kesannya tentang Vixion, segala puji-pujian terlontar dari mulutnya. Salah satunya handling yang stabil, rem pakem serta irit. Kalau dibuat dalam perkotaan, performance Megapro jauh bro,”…serunya. Cuma ada satu penyataan dari Syah yang menggelitik hati saya. Dengan penuh keyakinan doi berkata,” kalau dipakai jalan luar kota Vixion harus mengakui bahwa mesin Honda lebih mumpuni..!! lho koq bisa..??
Menurut penuturan doi ketika itu Vixienya pernah dipakai jalan jarak jauh dari Tulungagung – Surabaya, Jawa timur. Tercatat lebih kurang 250km dan harus balik lagi sore harinya dengan route yang sama. Kerjaan yang menuntut doi harus wira-wiri Tulungagung-Surabaya dan sebaliknya. Namun ketika menggunakan Vixion rasa capek posisi duduk lebih terasa ketimbang Megapro. Yang membikin doi heran adalah performa mesin. Waktu digunakan didalam kota…wis jempol dah buat Vixion. Mesinnya sangat responsif serta enteng. Tapi ketika Vixie digunakan dalam perjalanan jauh lintas kota, tercatat mesin Vixie kedodoran ketimbang Megapro. Perbedaan siknifikan adalah accelerasi yang makin memble ketika mesin panas. Hal ini tidak ditemui pada mesin Honda. Megapro dengan enteng malah ngacir ketika jarak tempuh sudah diatas 100km….mesin nyaris tanpa suara serta perfoma  tidak ada indikasi turun. Komparasi sederhana waktu naik Megapro tarikan makin maknyozz ketika panas dan sebaliknya ketika menunggangi Vixion, sedikit ngempos (Perjalanan Nonstop PP, istirahat diSurabaya hanya 1 jam). Umur motor masih baru sekitar 1 tahun. Karena penasaran doi berinisiatif  melakukan pengecekan kedealer Yamaha setelah kejadian tersebut takut ada yang tidak beres, tapi ternyata semua dalam kondisi prima. Jadi sekarang Syah sudah tidak heran dengan karakter motor tunggangan anyarnya.
Kalau kita analisa bisa jadi karena motor keluaran Yamaha tersebut memang diperuntukkan buat kondisi perkotaan yang stop dan go. Seandainya mesin overheat…sepertinya tipis, mengingat Yamaha Vixion dilengkapi pendinginan lebih maju ketimbang Megapro ditambah jalur yang dilewati merupakan jalur bebas macet alias gas bisa dipanteng sampai berpuluh-puluh kilometer tanpa injak rem. Apakah akibat Syah mendapatkan mesin cacat? Tapi kalau melihat background teman dekat saya itu mengerti mesin, pastilah doi akan cepat klaim kepabrikan atau dealer Yamaha terdekat jika itu terjadi. Saya sendiri juga belum pernah membuktikannya mengingat route tidak pernah keluar dari Jabodetabek. Entahlah….bisa jadi memang mesin Honda tipe Kaizen walau banyak orang bilang jadul tapi tetap mumpuni. Hal ini terbukti masih seringnya kita jumpai motor GL-Max, Astrea Prima atau Astrea Grand ngacir pada kecepatan tinggi, nyalip tanpa permisi. Walau bentuk chasing sudah acak adul nggak karu-karuan motor-motor tua tersebut enteng aja menggapai kecepatan diatas 90km/jam. Sementara teman kiri kanan yang penunggang Jupiter-Z setelah usia 7 tahun pada ngeluh top speed  makin ngedrop padahal sudah oversize serta turun mesin didealer resmi. Tidak bisa diingkari semua produk pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tak terkecuali Honda. Walau banyak kurang dari segi fitur yang ditawarkan, namun setidaknya mesinnya memang pada bandel……mungkin itu saja salah satu kelebihannya.  Terus gimana dengan Vixion..?? kalau kata orang no doubtlah dengan produk satu ini. Banyak sekali strength pada diri Vixion jadi satu kekurangan tidak akan membikin konsumen berpikir ulang untuk meminangnya. Toh semua tergantung fungsi. Ya nggak bro. Bagaimana menurut brother semua?! monggo dishare…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar