Minggu, 27 Januari 2013

Modif Yamaha Mio, 2010 (Bandung)

Yamaha Mio, Juara Umum Drag Bike Matic 200 cc


Jika saja kru tim Anker Sport Hariots Feat Key Speed lebih teliti, Yamaha Mio geberan Rico Bochel bukan hanya sebagai peraih poin tertinggi. Bahkan bisa jadi yang tercepat di Grand Final Pertamina Enduro KYT R9 Day Battle Dragbike 2012 di sirkuit Banjar Patroman, Jawa Barat, (2/12) lalu.

Cuma karena terkendala di engine, performa Yamaha Mio yang sejak awal seri jarang masalah justru enggak mau digas maksimal. “Penyebabnya dinding liner mulai menipis, kompresinya kurang sempurna. Sialnya diganti pakai part cadangan malah salah bawa. Tapi, itu sudah cukup bagus kok,” ucap Kentar Bima yang mengkulik mesinnya.

Alhasil, finish ke-2 dengan catatan waktu 7.920 detik sudah cukup baik bagi Rico Bochel. Buktinya joki asal Surabaya itu masih bisa membawa pulang mobil Suzuki APV Blind Van, sebagai hadiah juara umum kelas utama Matic 4-Tak Tune-up s/d 200 cc.

Dalam kondisi mesin kurang fit, Bochel mengaku nggak berstrategi cari aman apalagi cukup masuk 9 besar sudah bisa jadi juara umum. “Pokoknya di gas aja selama mesin tidak ada kendala. Toh, setelah sesi latihan hari Sabtu, mesin kembali dicek. Makanya enggak khawatir jebol,” kenang pria berambut lurus.

Bahkan dalam kondisi hujan saat balap berlangsung, catatan waktu yang diraih Bhocel malah enggak melorot. Terdeteksi sejak awal latihan, penyisihan hingga final timenya terus menajam. Hal itu menandakan kalau Bochel memang enggak berpikir cari aman.

Dengan hasil tersebut, Cendy Gerry dari tim Wahana Baru dan Ardiansyah Ucil rekan setim Rico yang jadi rivalnya makin sulit mengejar poin. Apalagi saat itu Imam Ceper dari tim Yong Motor Nano Nano ART Jakarta ikut mempengaruhi poin lantaran jadi juara di kelas tersebut. Tapi sukses lah, Bro.

Jago Mainkan Rpm Bawah
Sukses Rico Bhoncel tentu tak lepas dari peran mekanik yang mengulik Yamaha Mio agar mampu mengacir sejak awal seri hingga grand final tanpa alfa. Apalagi poin yang diraih tiap seri selalu di bawah 5 besar.

“Untuk membuat mesin tentu harus tahu karakter joki. Dia sukanya main di rpm berapa sehingga kita jadi punya patokan. Kebetulan Bohcel lebih sreg tenaga rpm bawah,” ujar Kentar yang bilang cc-nya 199.

Angka didapat dari Piston Hi-Speed 64 mm dengan stroke 62 mm setelah pakai pen stroke 2 mm merek RGS. Lalu gas bakar lewat klep titanium ukuran 33/28,3 mm yang diatur kem durasi 282 derajat in dan ex. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Karburator: PE 31,5 mm
Knalpot: Kawahara drag
Koil: YZ125
CDI: Rextor Pro drag
Ban: Eat My dust
 
Penulis : KR15 | Teks Editor : KR15 | Foto : Panji

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar